Ke Mana Hati Memandang?

20180821_000947_0001.png

Agama itu bagai pisau bermata dua, kata sebagian sosiolog. Tentu kita sulit memungkiri kenyataan agama bisa menyebabkan pertikaian bahkan dalam komunitas agama yang sama. Sebagian rohaniawan pernah sedikit mengeluh yang kurang-lebih artinya “betapa mudah kita saling menyakiti dan menumpahkan darah demi masuk surga.” Continue reading “Ke Mana Hati Memandang?”

Advertisements

Swa-Kritik Spiritual

20180820_103038_0001.png

Akal adalah anugerah ilahi yang melahirkan pikiran-pikiran yang berguna. Salah satunya adalah dapat mempertimbangkan moral dan etika, membedakan mana yang baik dan mana yang tidak. Sebab dalam akal dan pikiran diberi amanah hukum ilahi. Karenanya, orang yang berakal rata-rata bisa melihat kesalahan diri yang tak dilihat oleh orang lain. Continue reading “Swa-Kritik Spiritual”

Gagal Paham Teks dan Konteks

2690295_M.jpg

Kemampuan membaca memang amat penting. Membaca sebenarnya bukan sekadar membunyikan huruf via lisan atau pikiran, tetapi juga bagaimana memahami teks dan konteksnya. Kegagalan untuk bersabar mencerna informasi menyebabkan kita mudah dibohongi, diperdaya, dieksploitasi oleh agenda-agenda politik atau bisnis, mudah berprasangka dan, tentu saja, mudah diprovokasi dan ngamukan. Continue reading “Gagal Paham Teks dan Konteks”

Antara Begawan Ciptaning, Bima, dan Dewa Ruci

images (6)

Semakin sering fokus pada diri lahir dan batin, semakin mengerti apa yang sesungguhnya dicari manusia. Orang Jawa menyebut adanya tridaya pada diri manusia: cipta-rasa-karsa, yang menjadi isyarat sekaligus penerang batin bagi siapa saja yang mau mawas diri untuk mengenali tridaya itu. Namun sebagian penafsir mistis mengatakan bahwa pada level tertentu, cipta dan rasa itu menyatu, sehingga tinggal dua daya : cipta-rasa dan karsa. Continue reading “Antara Begawan Ciptaning, Bima, dan Dewa Ruci”