Kasih Tak Santai*

ieyt7pu

Massifnya intimidasi psikologis di Internet terhadap status jomblo menyebabkan sebagian jomblower yang kurang kuat mental  berusaha menanggalkan status yang nyaris menyerupai kutukan itu. Tetapi seperti kata pepatah kontemporer, “tiada jomblo yang tak retak hatinya,” sebagian dari mereka trauma sehingga enggan melakukan pendekatan langsung. Sebagai alternatif, mereka mencoba terobosan yang ditawarkan teknologi dengan long distance relationship (LDR). Popularitas istilah LDR pelan tapi pasti mendekati popularitas istilah jomblo, thanks to the internet, sehingga LDR dianggap sebagai terobosan mutakhir yang berdampak positif bagi upaya pengentasan fakir asmara. Tetapi sebenarnya keliru jika LDR dianggap fenomena kekinian dan selalu berdampak positif bagi kesehatan mental anak-anak muda yang labil mencari jati diri.

Continue reading “Kasih Tak Santai*”

Fast and Furious Faith*

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Mengapa film Fast and Furious itu begitu populer? Sebagai insan beragama yang mendalami ilmu gothakgathuk-entuk atau cocokologi, saya melihat film Fast and Furious sengaja dipopulerkan oleh Tuhan secara misterius sebagai pelajaran simbolik yang ditayangkan Tuhan kepada manusia untuk membaca makna kehidupan pada umumnya, dan kehidupan beragama pada khususnya.

Continue reading “Fast and Furious Faith*”

Lenggak-lenggok Langgam Suara *

maxresdefault

Di zaman social-media, orang gampang latah. Ada isu A, semua bahas A, ada isu B, semua mbahas B. Lha ini aji mumpung buat eksis. Saya juga mau dong eksis dengan memanfaatkan keribuan tentang gaya membaca kitab suci. Akan tetapi aku ndak akan ikut debat soal boleh-tidaknya langgam bacaan itu, karena ini urusan ulama. Mumpung ramai, bolehlah aku membajak keramaian ini untuk menulis artikel dengan topik lain yang terkait.

Continue reading “Lenggak-lenggok Langgam Suara *”

PUNCAK KERAMAIAN

SONY DSC
SONY DSC

Semestinya ia tak boleh merapal mantra itu di bawah cahaya matahari. Namun Dewi Kunti yang belum menikah itu membacanya pada siang hari sehingga Batara Surya muncul di hadapannya, dan membuatnya hamil tanpa berhubungan badan. Sang Dewa Matahari membantunya agar tetap perawan: Kunti mampu melahirkan putranya melalui telinga. Jabang bayi itupun diberi nama Karna. Kunti lalu melarung putranya itu di sungai. Bayi Karna ditemukan dan dasuh dan dibesarkan oleh keluarga kusir kereta, Radea. Continue reading “PUNCAK KERAMAIAN”

Ku Dengar Tarhim itu

saw

as-shalatu wa salamu alayk
ya imam al-mujahidiin
ya Rasulallah..

aku dengar tarhim itu mengalun dari kejauhan
ruang hati hening seketika

aku dengar tarhim itu mengalun dari kejauhan
air mata mengalir dalam sunyi

aku dengar tarhim itu mengalun dari kejauhan
gemetar hati mengucap namamu, wahai junjungan kami, ya Muhammad
shalawat dan salam atas engkau

aku dengar tarhim itu mengalun dari kejauhan
subuhku dipenuhi rindu padamu, ya Rasulallah

ya nashiral haqqi, ya Rasulallah
semoga engkau berkenan menolongku dengan petunjuk yang benar, sebab aku tahu engkau tak pernah meninggalkan kami meski engkau telah tiada di muka bumi ini

ya karimal akhlaq, ya Rasulallah
betapa malu hamba kepadamu karena akhlakku tak pernah bertambah baik sebagaimana seharusnya
tetapi, wahai kekasih Allah, aku tahu engkau sangat mencintai umatmu, maka ku mohon engkau mau menerimaku sebagai umatmu

Ya Rasulallaah, rindu ini tak usai-usai, harapan tak pernah pudar untuk menatap wajahmu yang mulia,
kumohon iznkan hamba kelak menemuimu dan memandangmu, ya Rasulallah

Ya Rasulallah pembuka dada kami, maka izinkan aku bershalawat kepadamu
dengan shalawatku yang tak seberapa ini
agar menjadi saksi bahwasanya aku adalah umatmu
yang sangat mengharapkan perjumpaan dan syafaatmu

~ Ya Allah, meski aku tahu mulutku tak benar-benar layak memuji kekasih-Mu, izinkan hamba menyebut namanya yang mulia setiap hari;
Ya Allah, meski shalawatku sepanjang siang dan malam tak pernah cukup untuk memuji keagungan kekasih-Mu, kumohon teruslah beri daku kekuatan untuk sampaikan shalawat dan salam kepada penghulu semesta alam

Ya Allah, dengan berkah keagungan dan kemuliaan dan rahasia cahaya dan kasih-sayang kekasih-Mu, Muhammad al-musthofa, tambahkan cinta dan kerinduan kami kepadanya, curahkan kepada kami cahaya-Mu ke dalam hati kami, ke dalam hidup kami, ke dalam pusara peristirahatan kami, hingga yaumil akhir nanti.

Allahumma shalli wa salim ala Sayyidina wa Maulana Muhammad, adadama fi ilmillahi shalatan daimatan bi dawami mulkillahi.

Senjakala Puisi (Senja)

 

mood-night-sunset-park-sun-grass-bench-seats-shops-light-fence-heat-summer-june-july-august-beautiful-wallpapers

Orang menyukai senja pertama-tama karena efek langit. Langit senja memang indah dipandang, selama tidak mendung pekat menggelayut atau tidak hujan deras. Lalu orang terinspirasi untuk membuat puisi tentang senja – apa saja dikaitkan dengan senja. Namun senja yang indah itu menimbulkan suasana syahdu  dan cenderung murung, sehingga banyak puisi senja bernada melankolis; misalnya, tentang kepergian, tentang perpisahan dan kerinduan atau kasih tak sampai.

Continue reading “Senjakala Puisi (Senja)”

Sajak Gagal

potlot

Di malam dingin yang sepi sekali, dua kali, tiga kali, aku ingin menulis sajak, atau setidaknya prosa liris, seperti status-status dari orang-orang yang mampu menjadi penyair 24 jam. Sepi adalah momen yang bagus mencari inspirasi, Namun sayang sepi juga membuat orang lebih peka dengan efek kurang bagus — dalam sepi yang sengit ini, aku mendengar rasa lapar memanggil: “haii.. haii… haiii.” Kau tahu, situasi absurd ini bisa menimbulkan halusinasi: Cicak yang sedang menanti nyamuk mendadak tampak seperti lemper. Seorang kawan pernah bercerita ia bahkan melihat kecoa seperti korma. Kupikir matanya setajam elang, bisa melihat persamaan dua macam objek berbeda: kurma itu mengkilat, demikian pula kecoa, meski ia tak pernah mandi. Lantas apakah itu berarti jika engkau ingin tampak mengkilat engkau harus jarang mandi? Ah, sialan, tafakur tentang kecoa ini mengacaukan konsentrasi. Continue reading “Sajak Gagal”