Kawruh Bejo 

Orang Jawa mengatakan “bejo” untuk sesuatu hal yang positif (senang, bahagia, menang, untung, selamat dari marbahaya,  kemudahan dan semacamnya)  yang tak terduga datangnya tanpa usaha. Bejo adalah  seolah-olah kita diistimewakan Tuhan karena mendapat kebaikan dalam beragam bentuk tanpa usaha. 

Tetapi bisakah kita memperbesar potensi “bejo” dalam hidup kita? .

Dari sudut pandang manusia, bejo mirip seperti kebetulan yang berada di luar kontrol manusia. Namun Hakikatnya bejo adalah soal olah rasa, sebab bejo adalah dari kehendak Tuhan langsung. Orang harus menguatkan olah rasa, atau dzauq, dalam bahasa tasawuf, untuk merasakan momen bejo itu agar bejo itu bisa direngkuh. Mengapa demikian? Sebab segala sesuatu sudah diatur oleh Tujan. Tidak ada yang meleset dari rencana-Nya. Maka orang yang bisa merasakan rencana Tuhan bisa memperoleh bejo. Rasa atau dzauq inilah yang diibaratkan sebagai antena untuk melihat kemungkinan mana dari beragam kemungkinan yang tak terhingga yang telah ditentukan dan pas bagi seseorang tertentu di tempat tertentu dan waktu (momen) tertentu.

Tetapi tak cukup hanya menangkap bejo, sebab ia juga harus dimaknai sesuai tuntunan ilahiah, agar anugerah bejo itu tidak menjadi destruktif. Di sinilah guna pelajaran dan pengajaran melalui akal-budi dan kata-kata, banyak orang arif dan ahli firasat dari segala ama merasa perlu mendirikan padepokan atau pesantren untuk belajar dan mengajarkan kawruh bejo ini. Harapannya, makin banyak orang akan bisa, setidaknya, memahami makna bejo dalam kehidupan sehingga mereka bisa selamat dunia akhirat.

Wa Allahu a’lam 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s