Melihat Merapi

17359264_10155058447599174_5089490725520966743_o

Menunggu anakku berlatih Tae Kwon Do sambil menikmati perubahan pemandangan Merapi dari Lapangan Ngaglik. Pagi tadi jam 8 nyaris tiada awan. Perlahan-lahan awan kecil-kecil berdatangan seperti burung yang hendak hinggap di punggung Merapi. Foto ini diambil jam 9:30. Merapi mulai diselimuti awan yang datang dari arah Barat.

Duduk diam, memandang perubahan Merapi, tanpa berpikir, menilai atau menghakimi ~ hanya menikmati saja selama sejam ternyata menyenangkan. Tepukan daun gugur di dahiku menyudahi pengalaman melihat dengan diam ini.

Tak soal seperti apa suasana hatimu, Merapi akan terus menampilkan perubahan-perubahan menakjubkan jika kita punya waktu senggang untuk memandangnya dengan tenang, tanpa analisa, tanpa memikirkan filosofi alam yang pelik-pelik.

Just watch and silent. Maka akan Ada sesuatu yang akan membuatmu heran karena tiba-tiba Merapi adalah aku, vice versa. Siapa yang melihat, siapa yang dilihat?

Anak-anak itu masih berlatih. Aku kembali menyulut sebatang rokok, dan pikiran kembali bekerja, pikiran kembali bergerak memaksa memahami dan mendefinisikan. Sebagian “rasa” takjub dan takzim hilang ketika pikiranku mulai bertanya-tanya, apa yang kualami tadi?

Menikmati sebatang GG Filter adalah salah satu cara menenangkan pikiran yang memaksa untuk grusa-grusu ini. Puncak Merapi telah lenyap diselubungi awan saat foto ini ku unggah di sini.

Yogyakarta, 19/03/2017

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s