Pahlawan Kecil

blue_thumbtrack_4229__11_-jpg-e1448481297599

Dulu leluhur kita berjuang demi tanah air, agar anak cucu mereka dapat hidup merdeka, agar orang-orang Nusantara bersatu dalam wadah negara yang berdaulat dan damai. Aku percaya, sebagian besar dari kita punya leluhur yang pernah ikut berjuang, dengan apa saja yang mereka punya — pikiran, tenaga, senjata, menyediakan makanan bagi pejuang, hingga ke doa-doa yang tulus. Kita hanya menikmati buah perjuangan mereka.

Barangkali kita sekarang punya kewajiban yang sama, menjaga persatuan dan kedaulatan NKRI yang damai, demi anak-cucu kita kelak. Mungkin kita, orang-orang seusiaku, yang berada di daerah “barzakh” antara generasi yang pernah tak mengalami era internet dengan generasi yang lahir di era internet, bisa menjadi pahlawan kecil-kecilan menjaga negara kita dari perpecahan. Caranya sederhana tetapi mungkin sulit: menahan diri untuk tidak melakukan atau tidak menyebar hoax, dusta dan fitnah; berhenti dari rajin mencaci-maki dan menyebarkan kebencian, egoisme; belajar sopan kepada sesama, apalagi kepada orang tua.

Pendeknya, jika kita tak bisa berbuat banyak demi kebaikan negara dan kebaikan masyarakat, cukuplah kita berjuang agar apa-apa yang keluar dari pikiran, hati lisan dan jemari kita, tidak menambah perpecahan, kerusakan pikiran, akhlak/moral dan hati. Agar negeri ini tak koyak oleh kedengkian dan amarah yang siap mengorbankan apa saja demi egoisme golongan, syahwat harta dan syahwat kekuasaan.

Kalaupun kita tak bisa menjadi manusia yang sempurna hingga akhir hayat, kita masih bisa menjadi pahlawan bagi hati kita sendiri: berjuang bisa pulang ke negeri keabadian dengan hati selamat — berbuat baik dan memanusiakan manusia, agar kelak, ketika anak-anak kita membaca jejak digital kita di Internet, mereka tahu bahwa kita pernah berjuang demi kebaikan bersama, bukan berjuang untuk mengajarkan permusuhan dan kata-kata cacian kasar penuh benci.

Sebagaimana perjuangan pahlawan kita baca kisahnya saat ini, demikian pula apa yang kita tulis dan sebarkan di sini, di dunia Internet, akan menjadi jejak digital, memoar virtual, cyber-obituary, yang suatu saat akan dibaca oleh generasi selanjutnya, termasuk anak-anak kita. Maka, akan seperti apa kita di mata anak-anak kita kelak akan tergantung bagaimana kita menulis sebagian dari kisah hidup kita di dunia internet.

Selamat Hari Pahlawan.
Lereng Merapi, 10 November 2016

Advertisements

One thought on “Pahlawan Kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s