Su’udzon

art_-abstract-391-2436-original-abstract-art-mixed-feelings-by-artist-___

PRASANGKA BURUK akan menimbulkan berbagai hal tak terduga, yang terkadang menggelikan karena menjadi tampak konyol. Persangkaan buruk kadang-kadang muncul dari ketidaksukaan terhadap sesuatu secara berlebihan. Ada sebagian orang yang mati-matian mempertahankan prasangka buruk terhadap sesuatu, sehingga su’udzon ini menjadi lensa utama untuk menanggapi berbagai macam fenomena. Akibatnya, orang semacam ini kesulitan melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Persangkaan buruk mencegah seseorang untuk berusaha memandang sesuatu dengan jernih atau dari sudut pandang yang berbeda. Su’udzon menyebabkan orang mendengar untuk membantah; membaca untuk mendebat; bicara untuk memaksakan kehendak sendiri tanpa mempertimbangkan dan berempati terhadap pihak lain.

Su’udzon yang terus dipelihara akan mudah menjerumuskan orang pada sikap selalu curiga dan suka bertengkar. Su’udzon membuat seseorang mudah memelintir sesuatu berdasarkan persangkaan buruknya. Misalnya, nasihat baik malah dijadikan sebagian orang sebagai bahan perdebatan dan perbantahan hanya karena dalam nasihat itu terkandung sesuatu yang tidak mereka sukai. Prasangka buruk pada diri seseorang membuatnya tak bisa melihat nilai-nilai kebajikan dalam nasihat itu, sebab ia hanya memandang pada hal yang tak disukainya. Kalaupun ia melihat ada kebaikan, ia tetap tak bisa menerima sepenuhnya, tetap mengajukan bantahan, tuduhan buruk, dan tetap menunjukkan nada kejengkelan atau kemarahan. Sialnya, media sosial adalah salah satu lahan yang paling subur untuk menyuburkan persangkaan buruk ini, yang pada gilirannya bisa berbuah menjadi kebencian tak berkesudahan. Su’udzon membuat orang enggan berpikir sejenak, membuat orang gampang melupakan kasih sayang dan empati, sangat reaktif, dan mengabaikan perasaan orang lain, hanya dengan membaca sesuatu yang mengandung unsur yang tak disukainya secara berlebihan.

Yang lebih aneh, rasa suka yang berlebihan pada sesuatu juga bisa melahirkan kebencian kepada pihak lain yang tidak ikut suka. Begitu sukanya pada sesuatu, seseorang bisa jengkel dan marah kepada orang lain yang tidak mau ikut menyukai.

Kita bisa melihat contohnya di media sosial. Berapa banyak orang yang rajin menyebar berita hoax, dusta, kebencian dan diamini atau di-share ulang hanya karena hal-hal buruk itu memuaskan rasa kebenciannya atau rasa sukanya? Berapa banyak orang yang membaca nasihat baik tetapi mengeluarkannya dari konteks dan menyeret-paksa nasihat itu ke wilayah perdebatan dan pertikaian penuh emosi yang tak berujung-pangkal?

Hari-hari ini kita hampir setiap hari melihat orang memamerkan prasangka buruk dan kebenciannya; hari-hari ini kita nyaris setiap hari membaca perdebatan di media sosial untuk urusan-urusan yang bahkan tidak ada hubungannya dengan kepentingan diri; dan hari-hari ini kita bisa melihat betapa banyak su’udzon, kebencian dan fitnah bercampur-baur dengan dalil-dalil agama dan politik. Ketika nalar dikuasai su’udzon yang berlebihan, secerdas apapun nalarnya, ia akan jatuh dalam kendali nafs al-amarah yang cenderung buruk dan destruktif baik itu bagi dirinya maupun bagi orang lain. Hal-hal yang berlebihan cenderung tidak baik, seperti; makan berlebihan, tidur berlebihan, suka berlebihan, benci berlebihan, debat berlebihan, marah berlebihan. Apabila seseorang terus merawat dan memupuk sesuatu secara berlebihan, apalagi jika itu bersifat buruk, maka perlahan-lahan tanpa disadarinya ia boleh jadi akan jatuh dalam tindakan yang melampaui batas.

Tidakkah mereka lelah bertengkar dan saling menista sesama manusia? Semoga Allah menjaga kita dari sifat dan perilaku yang melampaui batas yang diperkenankan-Nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s