Imajinasi

imagination2

Benar, orang perlu punya khayalan, atau imajinasi. Pada sisi positifnya, banyak hal tercipta dari khayalan. Dulu orang berkhayal bisa terbang: terciptalah pesawat terbang. Dengan berimajinasi anak-anak  mungkin bisa menulis cerita yang diawali dengan pembukaan yang aneh, semisal ‘hai, apa kau tahu, pacarmu dijadikan sumpel bom oleh nenek teroris?’

Sejak lama aku menyukai imajinasi. Keindahan ada di dekatmu, dan kau hanya butuh imajinasi untuk menangkapnya lalu menuangkannya dalam karya seni, apapun macamnya: tulisan, lukisan atau lagu. Engkau bisa ciptakan apa saja dengan imajinasimu: Gajah bersayap berkulit pink. Sapi senam aerobik. Kodok lihai kungfu. Putri yang muncul dari kacang polong. Atau apa saja, dan kau tak perlu repot-repot dengan logika yang kaku.

Orang yang biasa menggunakan imajinasi akan cenderung lebih lentur dan lebih santai . Imajinasi akan lebih bagus jika dipadukan dengan humor: bahkan sesuatu yang bagi sebagian orang tampak serius, menegangkan, menyinggung, dan memicu perbantahan, bisa kita cari sisi-sisi alternatif yang lebih santai dan lucu dengan memanfaatkan daya khayal dan imajinasi kita. Imajinasi dan humor bisa menjaga kita tak mudah terbawa arus dalam arus besar perbantahan di media sosial.  Dalam arus kata-kata di media sosial yang sebagian besar tak tampak muatan emosionalnya, kita harus menggunakan daya imajinasi kita untuk menafsirkan muatan emosinya. Cara dan kondisi kejiwaan kita dalam bermedia sosial sedikit-banyak akan dipengaruhi oleh bagaimana kita mengimajinasikan diri kita sendiri, mengimajinasikan tulisan, dan mengimajinasikan orang lain dalam bentuk sangkaan: entah itu husnudzon atau su’udzon. Misalnya, jika kita mengimajinasikan, entah adar atau tidak, bahwa diri kita penting, setidaknya di media sosial, maka kita akan cenderung lebih mudah tersinggung jika ada kata-kata yang terkesan meremehkan diri kita. (Padahal boleh jadi kesan ‘meremehkan’ itu hanya tafsir imajinatif subjektif kita yang merasa penting dan harus dihormati.)

Tidak jarang pula Imajinasi bisa memunculkan pandangan yang asyik, seperti yang pernah kualami ketika pada suatu hari kudengar seorang anak  berteriak dari dalam toilet umum  — ‘waah,  ee’-ku seperti ikan Koi!’ Nah, bayangkan, imajinasi bisa diperoleh dari mana saja, dan mampu menciptakan semacam kegiatan baru: mengamati benda yang keluar dari dubur.

Imajinasi. selalu punya konsekuensi yang tak terduga. Itulah keindahan imajinasi. Melaluinya, kita bahkan bisa melihat keindahan dalam sepotong tai.

Advertisements

2 thoughts on “Imajinasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s