Merayakan Aib

Digital_Artwork_Abstract_Face_White_53493_detail_thumb

Allah itu maha menutupi aib. Sekarang bayangkan jika Allah ingin membuka aibmu di depan orang banyak, apa yang bisa engkau lakukan? Tetapi kadang-kadang ada orang yang justru membuka aibnya sendiri, misalnya dengan cara melakukan perbuatan buruk seperti memfitnah dan berdusta atau menyakiti hati orang lain tanpa pernah menyesal. Jika orang seperti itu hidupnya kelihatan aman-aman saja, umumnya ia akan terus melakukan perbuatan tercela yang menyebabkan makin banyak sisi buruknya diketahui orang lain. Ringkasnya, tanpa sadar ia memamerkan sisi gelap dari kehidupannya sendiri. 

Tetapi ada jenis manusia lain, yang ingin berusaha mempermalukan orang lain dengan cara mencari-cari hal buruk pada diri orang yang tak disukai. Kita semua tahu bahwa setiap orang selalu punya sisi buruk, entah itu keburukan personal atau keburukan yang berkaitan dengan saudara atau sosial.

Dalam hal ini ada orang yang bertindak terlampau jauh: misalnya, saya tak suka si A, maka saya sebarkan keburukannya, bahkan kalau perlu saya mencari-cari semua hal buruk yang berkaitan dengan dirinya, termasuk mencari keburukan pada sisi keluarga untuk melampiaskan kejengkelan saya.

Ini sekarang sering terjadi.  Apakah memang tugas kita membongkar semua keburukan orang-orang yang kita anggap buruk?

Kita tidak suka kejahatan, keburukan, kesombongan, fitnah, dusta, dan semacam itu, tetapi dalam mengekspresikan ketidaksetujuan kita pada perbuatan buruk terkadang kita justru melakukan hal-hal yang tidak kita sukai itu. Apa bedanya kita dengan mereka? — atau barangkali kita malah jauh lebih buruk karena kita membongkar-bongkar aib orang lain dengan rasa bangga, tanpa rasa bersalah, dan merasa benar sendiri. Padahal orang lain yang dicerca dan dighibah itu tidak punya relasi apapun dengan diri si pengghibah, tidak melakukan kesalahan kepada pengghibah. Lalu apa yang kita cari dari membicarakan, menggosipkan, mengungkap-ungkap aib pribadi dan keluarga orang lain, yang tidak kita kenal, tak pernah menyapa kita, apalagi mengganggu kita?

Sekali lagi, Allah mahamenutupi aib, dan ini adalah salah satu anugerah kenikmatan terbesar yang sering dilupakan orang. Namun kita justru berusaha membongkar aib orang lain demi mempermalukannya di muka umum. Semoga kita dilindungi dari berbuat zalim dan dizalimi.

Wa Allahu a’lam

hujurat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s