PEMAIN TOPENG

mflgqiC.jpg

Orang-orang mengenalnya sebagai pemain topeng yang piawai. Ia bisa melakukan apa saja dengan topeng itu. Menari topeng. Drama topeng. Menyanyi dengan topeng. Apa saja. Setiap pentas, penontonnya banyak sekali. Semua seperti terkena sihir jika ia sudah beraksi di atas panggung.

Telah bertahun-tahun ia mengenakannya. Dan enam bulan terakhir ia bahkan tak pernah menanggalkannya. Ia pentas setiap hari. Dari satu tempat ke tempat lain. Enam bulan terakhir ini sang pemain makin lihai memvariasikan ekspresi topeng walau topeng itu tak pernah ia ganti. Orang-orang semakin kagum. Topeng itu bisa menangis. Tertawa. Bersungutsungut. Tersenyum. Sebut saja semua ekspresi manusia, dan topeng itu akan bisa menirukannya dengan baik.

Tetapi makin lama orang-orang tak bisa lagi membedakan, apakah pemain itu sedang mengenakan topeng atau tidak. Apakah yang menangis dan tertawa itu topengnya ataukah wajahnya. Bagi orang-orang, wajah asli dan topeng itu sekarang sama. Mereka merasa ia bukan pemain topeng. Bukan lagi. Di mata mereka tak ada lagi topeng di wajahnya.  Wajahnya adalah topeng, dan topeng adalah wajahnya.

Dan pemain topeng itu pun sudah lupa pada mana wajahnya yang asli.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s