sound of silence

Silence-1

“I’ve begun to realize that you can listen to silence and learn from it. It has a quality and a dimension all its own.”

Kematian bisa karena apa saja, seperti karena nada-nada atau suara. Jangan kaget. Di masa lalu engkau bisa mati hanya karena menyanyikan atau mendengarkan sebuah lagu. Misalnya, pernahkah engkau mendengarkan lagu dengan petikan lirik seperti di bawah ini?

“Gloomy is Sunday, with shadows I spend it all
My heart and I have decided to end it all
Soon there’ll be candles and prayers that are sad, I know
Let them not weep, let them know that I’m glad to go
Death is no dream, for in death I’m caressing you
With the last breath of my soul I’ll be blessing you.”

Tembang Gloomy is Sunday konon menyebabkan banyak kematian – ratusan orang melakukan bunuh diri setelah mendengarkan lagu itu.

Atau, semisal engkau bisa melipat waktu. Cobalah kau kembali ke masa lalu. Tentukan target perjalanan waktumu mundur ke era 1960-an. Lalu, sesudah kau berada di masa itu,  ke mana saja berjalan, nyanyikanlah lagu genjer-genjer, niscaya nasibmu akan seperti genjer dalam lirik lagu itu: “nong kedokan pating keleler.” atau lebih buruk lagi, “ma’e tole tekoteko mbubuti genjer.”

Musik. Nada. Suara. Irama – untuk daftar istilah ini, boleh kau tambahkan sendiri dengan istilah yang engkau ketahui. Dengan itu semua, kau bisa mati. Dengan itu semua, kau bisa melelapkan bayimu. Dengan itu semua kau bisa tertawa, bahagia, menangis, atau bunuh diri. Dengan itu semua, hidupmu bisa menjadi gemerlap di luar sekaligus gelap di dalam. Dengan itu semua, kau bahkan bisa jadi menjumpai pengalaman berhubungan dengan sesuatu yang kau sebut Tuhan.

Tetapi, aku selalu curiga, bahwa lagu terbaik dan paling indah adalah lagu yang didendangkan dengan diam. Aku curiga, lagu paling indah adalah keheningan. Bukan, bukan kesunyian. Tetapi keheningan. Aku beri tahu sedikit rahasia dari perkataan orang-orang yang telah berada di ambang senja, rahasia yang sedang kucoba kutemukan: kata mereka, keheningan itu ada di dalam titik di bawah lengkung huruf ba’, huruf yang mesti kau lalui sebelum kau mencapai alif. Tidakkah kau renungkan, kitab sucimu diawali dengan huruf ba’?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s