Merahasiakan Rahasia

Row-boat-on-empty-sea_www.FullHDWpp.com_

Sebagaimana orang yang pertama kali jatuh cinta, kadang-kadang ada orang yang mengalami masa-masa “puber spiritual.” Ini adalah masa-masa ketika segala hal tampak indah di matanya — cinta, kedamaian, ibadah, dan segalanya.Ia akan mengungkapkan kegembiraan dan gelora hatinya kepada siapa saja. Ia bangga bisa mengalami ini dan itu, bertemu guru-guru ini dan itu. Lalu mengungkapkan rasa syukur secara terbuka. Pada kondisi ini mereka sulit dinasihati, sebagaimana orang jatuh cinta begitu sulit dinasihati tentang kenyataan yang boleh jadi mereka lupakan atau sengaja mereka sangkal. Sesungguhnya, sebagaimana orang yang sedang jatuh cinta pertama kali, selalu ada sisi yang dilupakan, tentang apa arti cinta itu sesungguhnya. Seorang sufi ditanya mengapa cinta selalu bergandengan dengan penderitaan? Dia menjawab, “agar tak semua orang sembarangan mengaku pecinta ilahi sebelum ketulusannya teruji benar.”

Persoalan dunia akan terus berdatangan menguji seberapa besar klaim-klaim cintanya saat dia mengalami puber, persis seperti ketika seorang kekasih harus siap mengorbankan banyak hal untuk mempertahankan klaim cintanya dalam pernikahan. Pasangan harus mengubah cintanya yang masih mengandung unsur platonik menjadi cinta yang sesungguhnya. Orang pada awalnya masih muda, cantik, menarik, ganteng seksi, berkulit halus, dan seterusnya, tetapi seiring waktu keindahan fisik dan bayangan tentang cinta platonik akan pudar ketika muncul tanggung jawab dalam berkeluarga, ketika ada mulut yang harus diberi makan, penyakit yang harus diobati dan berbagai persoalan lain. Ketika pasangan secara fisik tak lagi seperti yang dulu, daya tariknya akan lebih muncul dari keindahan hati.

Dengan cara yang sama, perlahan tapi pasti, seseorang harus mengemban tugas sebagai manusia yang selalu diterpa masalah yang berpotensi mengacaukan batinnya, dan pada saat yang sama harus menghadapi kelemahan dirinya sendiri, yang semakin lama semakin kelihatan sehingga ia tak sempat berpikir untuk melihat keburukan orang lain. Pada saat inilah dimulai perjuangan baru membuktikan cintanya kepada Tuhan. Ketika aku bertanya sampai kapan puber spiritual ini berlangsung, guru kami menjawab, “sama seperti orang yang memadu kasih. Setelah menikah, dan setelah bulan madu tak terasa semanis yang dulu, maka redalah puber itu dan dimulailah perjuangan.”

Puber spiritual akan pelan-pelan memudar setelah orang melihat lebih banyak kelemahan diri, sekaligus melihat keindahan di balik kelemahan, dan mulai merasakan pancaran rahmat – “merasa” bukan dalam bayangan konsep atau pikiran, tetapi “merasa” seperti lidah merasakan asinnya garam – tanpa kata, tanpa penjelasan. Tak ada lagi keinginan membangga-banggakan diri karena fokusnya lebih pada berjuang membersihkan jiwanya agar selaras dengan kehendak-Nya. Ia akan lebih banyak merahasiakan pengalaman-pengalaman ruhaninya dan lebih “membumi” dalam bersikap. Ia akan berusaha menjadi “manusia.” Beberapa guru ruhani mengistilahkannya dengan awal ‘pernikahan spiritual,’ fase di mana seseorang mulai merasakan mujahadah dan tazkiyat nafs dalam arti sesungguhnya. Maka, sebagaimana dalam pernikahan, cinta seseorang pada pasangannya akan berubah menjadi lebih sublim. Sisi lahir akan susut dan redup keindahannya dari segi fisik, sedangkan yang batin akan semakin indah dan cemerlang pesonanya jika seseorang mampu menjadikan dirinya sebagai manusia yang kembali ke fitrahnya, sebagai hamba yang terus-menerus membersihkan jiwanya demi menginternalisasikan akhlak yang baik, akhlak yang bersumber dari Nama-nama Indah-Nya.

Saat seorang salik bertanya kapan pernikahan itu terjadi, sang guru  hanya tersenyum, lalu berkata, “Sabarlah, ayo istighfar, dan bacalah banyak shalawat jika zikirmu masih begitu lemah.”

Bulan butuh waktu sebelum ia menjadi purnama.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s