Nasihatmu Harimaumu

nasihat

Ia ingin berbagi kebijaksanaan kepada sebanyak mungkin orang. Ia percaya orang-orang bermasalah itu butuh nasihat. Maka ia mencari-cari orang bermasalah, atau mempromosikan kebijaksanaan dari buku-buku yang ia baca, agar orang-orang bermasalah membacanya atau mendengarnya lalu mendatanginya untuk meminta nasihat. Demikianlah setiap hari ia memberi nasihat dan merasa senang karena bisa berbagi kebijaksanaan.

Tetapi tak setiap hari orang bermasalah, juga tak setiap hari orang bermasalah mendatanginya. Lama-lama ia mulai resah karena khawatir tak lagi bisa berbagi. Bukankah menasihati adalah kebaikan? Ia tak ingin kehilangan pahala dari amal menasihati ini. Maka ia mulai melihat orang dengan cara lain: menyelisik kekurangan dan kekeliruan orang lain. Pelan tapi pasti ia pandai melihat banyak kesalahan pada diri orang, pada keadaan, hingga ia mulai yakin bahwa dunia bermasalah, semua orang punya masalah, dan ia senang karena kini ia merasa masih bisa memberi nasihat, entah diminta atau tidak, hingga ia tiba pada titik di mana engkau boleh menyebutnya sebagai “kecanduan menasihati.” Setiap hari ia ke sana ke mari memberi nasihat, menulis banyak nasihat di blog, status jejaring sosial, bahkan berpetuah dalam obrolan di warung, kedai kopi, di tengah resepsi pengantin, di mana saja. Dia bahkan tidak suka jika orang yang dinasihatinya kemudian sadar dan menjadi lebih baik lalu tak pernah datang meminta nasihat lagi. Dia jengkel ketika merasa tak dibutuhkan lagi oleh orang. Ia menjadi sinis kepada orang-orang yang pernah dinasihatinya tetapi tak pernah lagi meminta nasihat darinya. Dia lebih marah kepada orang yang tak mau mendengar perkataannya. Nadanya akan mengeras, bahkan hingga terdengar seperti orang berteriak-teriak marah, ketika membicarakan orang-orang yang tidak sepakat dengan perkataannya, terkadang juga memaki-maki atau membodoh-bodohkan mereka.

Bertahun-tahun ia bertindak demikian, sampai ia lupa menasihati diri sendiri, dan menjadi jengkel dan marah bila dinasihati.

Advertisements

One thought on “Nasihatmu Harimaumu

  1. Ho o setuju mbah, lha wong masalahe uwong ki bedo2, lha kok jawabe podo, apapun makanane kok minum e teh botol sosro. Konon poro wali Allah kui nek nasehati nganggo kiasan tur akeh menenge, disesuaikan kemampuan otak&iman masing2 orang, terus kon praktik langsung ngatasi masalahe dewe2 nganti babak belur, nek wis mentok nembe di tulung. Dadi wong sik ditulung dadi tangguh pribadine kuat imane.

    Krn katanya setiap seseorang itu menasehati, mboh itu lewat lambe utowo tulisan, saat itu jg diuji sama Allah, misale nulis ttg keikhlasan, sesok sik ngomong/nulis langsung duji, dites karo Allah tingkat ikhlas e melalui masalah sik ra terduga2 sesuai tingkat kelemahan kita. Karena kategorine wis riya walo prosentasene bedo2 tiap orang.

    Poro wali Allah itu konon ora ngandani nek ora ditanya, menurut beliau, takut menyinggung perasaannya ato dianggep sok keminter, nek orang tanya sendiri berarti cen niat njaluk dinasehati, berarti dibuka hidayah e karo Allah, baru diberi nasihat o wali. Poro wali itu tingkat kehati2ane tinggi sekali, tdk mau menyakiti / menyinggung perasaan orang lain sekecil apapun. Bijaksana banget.

    Satu lagi, poro wali itu senang bercanda, seneng dangdutan, campursarian, pokok e jenis hiburan sik disenengi wong cilik, alasane nek serius setan gampang nggoda hati, contone sik do ngebom2 kae do serius gampang digoda setan, tapi nek lagi sholat, poro wali sprt sahabat nabi waktu dcabut anakpanah e tak terasa saking khusuk e, penampilannya culun ora meyakinkan padahal sholeh, pinter e pol lan sekti mondroguno, emang sengaja biar tdk dikultuskan, karena menurut beliau kl sampe dikultuskan beliau malu sama Allah. Nek saiki akeh penasehat sik pingin dkenal dkultuskan.

    Semua yang dilakukan poro wali itu nyontoh kanjeng nabi SAW. Diam itu ternyata emas beneran mbah. Ketok e iki aku yo lagi riya’ mbah…..astaghfirullah, sik yo nuwun.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s